Latest Entries »


Hai , malas yang mengungkungku

Kuingin menghancurkanmu

Karena kau telah menelan masaku

Hai, malas yang selalu lekat menyelinggkup tubuhku

Pada tiap sisi ruang dan waktu

Bodohnya aku tak kuasa menepis keangkuhanmu

Meski telah kuupayakan

Tak bertegur sama denganmu

Kau terus saja menggapai-gapai menarikku

Setiap langkah yang terarah melawanmu

Magnet kemalasan pasang kuda-kuda menjeratku

Kurasa kantuk, berkeringat, pusing dan pegal

Menyeretku kepembaringan…..

Melenakanku dalam mimpi kesiangan

Oh…….

Kemalasan enyahlah…..

Aku tak hendak kehabisan…..

W a k t u b e r h a r g a k u (Nurani Esti Lestari)

Sahabat,

5 Huruf yakni MALAS, harus kita basmi di tubuh kita
5 Huruf yakni MALAS membuat kita surut kebelakang untuk mengejar bintang-bintang di angkasa.
Kita terjebaak..
Kita terperdaya..
Bahkan kita tertindas
dengan 5 huruf , yakni MALAS.

Ayo kita ganti dengan 5 huruf yang baru, yakni RAJIN

5 huruf yakni RAJIN,membuat kita semangat meraih bintang-bintang
5 huruf yakni RAJIN , akan membuat kita terus mengasah kompetensi inti kita
5 huruf yakni RAJIN, akan membuat kita layak mendapat surganNya

ICHSAN SOLIHUDIN, S.S., C.H., C.Ht., C.I.

penulis buku Best Seller “Hypnosis For Student”

Trainer & Mind Theraphist
Owner Alif Computer & Warnet
Pengajar & Konselor Pusat Bimbingan Belajar Villa Merah


Bila kau berkeinginan menjadi ilmuwan
Mulailah hidup sebagai pencari ilmu
Mulailah menggelorakan semangat belajar
Mulailah menghargai pengetahuan
Bangkitkan rasa ingin tahu

Jangan merasa diri paling tahu
Jangan merasa diri paling pandai
Jangan merasa diri pintar. (Santy Fidrianna)

Friend,
Aisyah Nur Kumalasari, Bersama Kepala Sekolah SMAN 40 Pademangan

Jejak Aisyah Nur Kumalasari, siswi kelas XII IPA 1 SMAN 40 Pademangan, Jakarta Utara, rasanya patut diteladani atau diikuti oleh kita para pelajar, yang ingin mewujudkan cita-cita.

Keluarganya yang tergolong miskin tak membuat Aisyah surut dalam menimba ilmu. Alhasil, gadis berparas ayu ini memetik hasilnya, yakni berhasil masuk perguruan tinggi di Universitas Indonesia tanpa melalui tes, tidak seperti calon mahasiswa lainnya.

Menariknya, Aisyah berhasil masuk ke kampus itu tanpa harus bersusah payah seperti siswa lainnya, mengikuti berbagai macam tes. Tentu ini menjadi kebanggaan, baik bagi keluarga maupun tempatnya bersekolah. Kini anak seorang tukang ojek itu diterima di Fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu Gizi.

Kedua orangtua Aisyah Nur Kumalasari , tentu bangga dan berbesar hati menerima kenyataan bahwa anaknya diterima tanpa tes di salah satu universitas paling bergengsi di negeri ini, Universitas Indonesia. Namun, bagaimana dengan Aisyah sendiri?

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur, meskipun kondisi ekonomi orangtua tidak mampu, akhirnya saya diterima di UI tanpa harus melalui tes. Memang sudah cita-cita saya untuk membahagikan orangtua,”

Ayahnya hanya seorang tukang ojek di wilayah Pademangan. Penghasilan ayahnya tidak lebih dari Rp 70.000 per hari. Penghasilan itu hanya pas untuk biaya hidup sehari-hari, apalagi ibunya, hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang juga mengasuh seorang adik Aisyah.

“Ya, mau gimana lagi, semua serba pas-pasan. Ayah orangnya tidak pernah mengeluh dengan situasi ekonomi, begitu juga ibu. Bahkan, ayah selalu menyemangati saya untuk terus belajar karena, dengan memiliki ilmu, jalan untuk sukses selalu ada,”

Dalam kesehariannya, Aisyah tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana. Bahkan boleh dibilang, tempat tinggalnya di Pademangan Timur VIII/5, RT 014/ RW 010, yang didiami sejak kecil itu tidak layak huni. Bangunannya hanya berdindingkan tripleks dengan ukuran 2,5 x 8 meter dan berlantai semen. Jarak rumahnya dengan rel kereta api hanya 2,5 meter

Saat ada Program Penelusuran Minat dan Kemampuan atau PMDK di Universitas Indonesia, Aisyah langsung mengikutinya. Ada 177 siswa kelas XII dari SMAN 40 Pademangan yang mengikuti program tersebut. Itu artinya, Aisyah harus bersaing dengan 176 orang temannya satu SMA.
Untuk mewujudkan cita-cita HARUS siap berkompetisi

Hasil seleksi menunjukkan, dari jumlah tersebut hanya empat siswa yang mendapat kesempatan mengikuti program PMDK dari UI. Dari kelas IPA ada Aisyah Nur Kumalasari dan Filda. Adapun dari kelas IPS ada Citra dan Anggun.

Namun sayangnya, registrasi PMDK ini tidak masuk dalam program beasiswa 1000 Anak Bangsa karena dalam pengisian formulir Aisyah mencantumkan pendapatan orangtuanya dalam sebulan Rp 1 juta. Padahal, seharusnya pengisian tersebut kurang dari Rp 1 juta. Akibatnya, dia dikenakan biaya Rp 12 juta per semester. Tentunya dengan biaya tersebut, orangtua Aisyah, tidak akan mampu.

Untuk memperjuangkan pendidikan yang lebih tinggi untuk Aisyah, pihak sekolah mengusahakan agar Aisyah mendapat keringanan biaya masuk UI dan biaya SPP tiap semester. Hasilnya, pihak sekolah pun membayarkan biaya masuk UI sebesar Rp 800 ribu melalui dana sumbangan guru dan alumni.
Tiket masuk UI memang tidak akan disia-siakan Aisyah. Kunci masuk gerbang perguruan tinggi ini akan digunakan untuk mencapai cita-citanya menjadi seorang guru atau dosen. (Sumber Kompas. Com)

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, di atas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
(Khaalil Gibran)

Salam Sukses

Ichsan Solihudin,S.S., C.H., C.Ht., C.I.

Penulis Buku Best Seller “Hypnosis For Student”
Trainer & Mind Theraphist
Owner Alif Warnet & Computer
Konselor & Pengajar Pusat Bimbingan Belajar Villa Merah


Tiada yang paling indah bila apa yang menjadi cita-cita kita dapat diraih.Ketika kita dapat meraihnya, tidak jarang kita melewati halangan dan rintangan. Bahkan tidak jarang cacian dan makian menimpa kita. Namun di sinilah, ujian mental kita. Bila kita lolos dari ujian tersebut berarti kita akan naik kelas, dan itu artinya selangkah menuju sukses. Lain halnya bila kita menyerah, berarti kita berhenti di titik tersebut.

Apa yang dituturkan di atas adalah inspirasi yang saya dapatkan dalam film “Menembus Impian”. Film yang digarap langsung oleh sutradara kenamaan Hanung Bramantyo ini mampu memberikan persepsi yang berbeda tentang kegigihan seorang wanita yang berani menjalani hidup dengan segala keterbatasan ekonomi yang sedang meraka hadapi.
Film ini dimulai dengan kisah Nur, seorang mahasiswi yang menjalani kehidupan keras bersama ibunya, Sekar, yang hanya bekerja sebagai seorang buruh cuci. Keduanya memiliki pandangan yang berbeda untuk meraih kehidupan yang lebih baik, sang ibu lebih memilih agar Nur memfokuskan diri pada kuliahnya, sedangkan Nur berpikiran untuk secepatnya bekerja untuk bisa membantu nafkah mereka.

Dalam perjalannnya, Nur kemudian bertemu Dian, seorang mahasiswa yang gigih berusaha lewat jalan MLM, walau masih sepantarannya namun sudah mulai mapan. Dian jugalah yang membuat Nur kembali berani untuk bermimpi dan bercita-cita kembali. Setelah beberapa kali jatuh bangun di bawah dukungan Dian, Nur pada akhirnya mulai merasa ragu dengan mimpi miliknya yang tampak tidak mungkin untuk diraih Lebih-lebih ketika diketahuinya, bahwa Sang Ibu, mengalami menghidap kangker batang otak. Pada saat itulah Nur harus matia-matian mencari uang untuk membiayai sang ibu yang tak berdaya terbaring di rumah sakit.

Hidup ini indah

Jangan kau buat itu susah
Masih ada mimpi yang kan mendekatimu
Resapilah makna dari hidup ini
Karena itulah harapan kita
Berlarilah dan jangan pernah berhenti
Dari semua pilu yang menghambat langkahmu
Tinggalkan beban di pundakmu
Hadapi rintangan yang menghalangimu dengan tekad, usaha, dan do’a.


Frend…

Pernahkah Kamu merasa takut ngomong saat diksusi? Padahal ide-ide kamu bisa jadi cemerlang. Atau Kamu pernah juga saat disuruh ke depan untuk tampil memberikan sambutan atau pidato, lutut gemeteran, keringat bercucuran?

Ok… Bila itu terjadi berarti Kamu mengalami yang namanya krisis kepercayaan diri.Para ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor terpenting untuk menimbulkan perbedaan antara sukses dan gagal. Dengan percaya diri Kamu bisa menggali potensi yang diberikan Sang Pencipta untuik dikembangkan dan berbagi bagi kehidupan.

Percaya diri adalah bagian dari alam bawah sadar dan tidak terpengaruh oleh argumentasi yang rasional. Ia terpengaruh oleh sugesti yang diprogram secara negatif.Hati-hati dengan sugesti negatif lho…
Bahkan penelitian yang dilakukan oleh Dheepak Chopra setiap hari orang berbicara dengan dirinya sebanyak 65.000 kali. Kebayang nggak kalu itu semuanya virus mematikan yang bikin PD kamu terkuras lama-lama bangkrut dong. (emangnya duit kale…)

Nah… untuk membangun percaya diri diperlukan Kapsul Mujarab. Apaan tuch?. Kapsulnya namanya “EPI”

Ingin tau artinya “EPI”???

E = Emosi

Ya.. kamu harus senantiasa menchas emosi kamu yang positif aza.Buang emosi yang negatif

P = Perasaan

Kamu harus mempunyai perasaan bahwa kamu dilahirkan jadi seorang pemenang bukan sebagai pecundang.

I = Imajinasi

Imajinasikan apa yang menjadi cita-cita kamu dengan sejelas-jelasnya bahwa itu terjadi dengan sebuah keberhasilan.

Jadi , mulailah bersikap positip dari diri sendiri dengan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Bila orang lain melakukan sesuatu yang hebat. Katakan pada diri kita Saya juga bisa melakukannya kalau saya berani mencoba. Kalau gitu Yu kita PEDE ABISSSSS

Ichsan “Hamasah” Solihudin, S.S., C.H., C.Ht., C.I.

Trainer-Motivator-Hypnothr

aphist “DAHSYAT”

Alkisah, ada tiga orang mahasiswa memutuskan beristirahat sejenak. Setelah diskusi panjang lebar, mereka sepakat bahwa cara terbaik adalah mendayung sebuah perahu ke tengah danau dan menikmati the di sore hari.

Mereka menyewa sebuah perahu dan mendayung ke tengah danau yang tenang. Selagi duduk menikmati teh, mereka menyadari lupa membawa teko. Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan heran.

“Tidak masalah, aku akan mengambil teko,” kata mahasiswa pertama menawarkan diri. Ia berdiri, keluar dari perahu dan mulai berjalan di atas air danau dan kembali ke tepi danau. Setelah membeli sebuah teko dari desa terdekat, ia berjalan di atas danau dan kembali ke perahu. Ketiga mahasiswa telah siap menikmati teh sore.

Ketika merebus air, mereka mendapati mereka lupa membeli daun teh. Mereka tertawa sembari melihat satu sama lain seolah-olah bertanya siapa yang akan mengambil daun teh.

“Serahkan tugas itu kepadaku,” kata mahasiswa kedua menawarkan diri seraya berdiri. Ia keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Setelah membeli beberapa daun teh, ia kembali ke perahu dengan berjalan di atas air.

Segera ketiga mahasiswa itu mencium bau manis teh dan dan meminumnya. Kemudian mereka menyadari bahwa di sana tidak ada sandwith. Menikmati teh sore hari akan menyenangkan jika ada beberapa makanan kecil.

“Baiklah. Karena kalian berdua telah mengambil teko dan daun teh, tidak ada pilihan lain, sekarang giliran saya mengambil sandwith “ kata mahasiswa yang ketiga, menawarkan diri dengan enggan mahasiswa pertama dan kedua mengarahkan pandangan ke dia.

Ia berdiri seperti kedua temannya dan keluar dari perahu dan langsung, byur! Ia tenggelam dan berusaha mengapungkan tubuhnya. Melihatnya sedang tenggelam, kedua mahasiswa itu melompat keluar perahu untuk menyelamatkannya dan berhasil menaikkan ke perahu.

Ketiga mahasiswa itu mengeringkan dirinya dengan handuk, ia bertanya dengan malu-malu, “Bagaimana kalian bisa berjalan di atas air?”

Kedua mahasiswa ini saling bertatapan satu sama lain, dan kemudian menjawab, “Kami tahu di mana batu-batu itu berada.”

Jika Kamu tahu di mana batu-batu itu dalam hidup Kamu, Kamu juga dapat menjadi pelajar atau mahasiswa sukses yang berjalan di atas air kehidupan Kamu tanpa tenggelam. Salah satu untuk mengetahui “batu-batu” tu adalah dengan NLP.

Apakah Tuch…. NLP?

NLP adalah singkatan dari Neuro Linguistics Programming.

Neuro mengacu kepada sistem berpikir dan syaraf. Peristiwa-peristiwa dari pengalaman Kamu diproses melalui kelima panca indera —penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan pengecap. Tingkah laku Kamu didasarkan pada proses syaraf penglihatan, pendengaran, perasa, pencium, dan pengecap. Kamu mengalami segala sesuatu melalui kelima indera dan kemudian bertindak dari situ. Sistem syaraf Kamu mencakup yang terlihat maupun yang tidak terlihat (pikiran).

Linguistic mengacu pada kata-kata, cara Kamu menggunakan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi Kamu dan orang lain. Ini adalah sistem komunikasi dan bahasa non-verbal yang melaluinya pemahaman Kamu dikeneali dan diberi arti.

Programming mengacu pada cara Kamu mengorganisasikan gagasan dan tindakan untuk mencapai hasil tertentu, seperti menjadi pelajar atau mahasiswa sukses. Otak dapat diprogram untuk mencapai hasil yang Kamu inginkan.

Dengan kata lain, NLP mengajar Kamu untuk mengggunakan bahasa pikiran untuk secara terus-menerus mencapai sasaran Kamu menjadi pelajar atau mahasiswa sukses. Cara Kamu berpikir mempengaruhi bahasa yang Kamu gunakan dan pada akhirnya mempengaruhi prilaku Kamu. Dengan penerapan NLP, jalan untuk menjadi seorang mahasiswa sukses akan lebih cepat.

Nah… Bagimana kelanjutannya cara menggunakan NLP nantikan di karya buku ke 2…

Ichsan “Hamasah” Solihudin, S.S., C.Ht., C.I.
Trainer & Hypnotheraphist

Direktur Alif Cahaya Persada, dengan anak perusahaan
– Alif Rental & Warnet
– Smart Education School Hypnohesym
– Asyifa Clinical Center

Konselor Pusat Bimbingan Belajar Villa Merah


Kawan …

Ketika kamu membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apa yang terpancar dibenak kamu : apakah kamu membayangkan sebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan atau sebaliknya, kegagalan dan keterpurukan?

Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja seseorang termasuk buat meningkatkan prestasi belajar. Ketika imajinasi kamu selalu dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, maka jaringan otak kamu perlahan-lahan akan mendorong kamu untuk benar-benar mengalami keterpurukan.

Sebaliknya, ketika kamu selalu membangun bayangan positif tentang diri kamu, maka kamu sesungguhnya tengah memulai dan memperkuat “cara kerja yang sempurna” di dalam otak kamu. Pada gilirannya, jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kamu untuk juga meraih kesempurnaan dalam meraih prestasi belajar, misalnya lulus UN, lulus SNMPTN & Kuliah Tepat Waktu dengan IPK diatas 3,5

Visualisasi berbeda dengan menghayal. Menghayal atau melamun adalah membayangkan sesuatu tanpa tujuan, abstrak, dan melompat-lompat. Visualisasi berarti membayangkan sesuatu yang akan dituju oleh kamu. Visualisasi adalah membayangkan sesuatu dengan kongkret dan sistematis, sehingga muncul sebuah cerita dalam benak kamu, persis seperti seorang penulis fiksi menuliskan sebuah cerita fiktif.

Menghayal dan melamun tak banyak manfaatnya dalam menumbuhkan motivasi seseorang. Dengan lamunan, seseorang tak dapat membayangkan masa depan dengan jelas .

Banyak atlet kelas dunia telah menerapkan teknik ini untuk meraih prestasi dalam bidang olahraga yang ditekuninya.

Salah satu contohnya adalah Jim Thorpe, yang lahir tanggal 28 Mei tahun 1888. Ia adalah salah satu anggota tim Olimpiade Amerika Serikat tahun 1912. Dia meraih 10 medali emas dalam berbagai cabang olahraga.

Lalu bagaimana melakukan visualisasi positif yang baik? Berikut langkah-langkah praktis yang dapat kamu dilakukan :

Pertama

Tentukan oleh kamu tujuan yang jelas dan menantang, tujuan yang ingin kamu capai. Juga sebaiknya tujuan yang ingin kamu raih itu bersifat spesifik. Misalnya : kamu membayangkan ingin lulus Ujian Nasional atau lulus ujian SNMPTN atau nilai mata kuliah dapat A

Kedua

Mulailah kamu melakukan visualisasi.

Langkah-langkahnya :

– Relaks.
Carilah momen-momen dimana kamu tengah santai. Ini akan membuat otak kamu lebih terbuka untuk memulai dan memperkuat “cara kerja yang benar”

– Fokus.
Perhatian kamu fokus pada langkah nyata yang mesti dilakukan untuk memulai lulus Ujian Nasional atau lulus ujian SNMPTN. Apa saja yang mesti diperlukan, tahapan apa yang mesti dilakukan.

– Bayangkan.
Bayangkan tujuan kamu sedetail mungkin. Bayangkan segalanya: Mulai dari tempat ujian, mata pelajaran yang diujikan, dan tatkala mendapatkan ucapan selamat atas kelulusan UN  atau SNMPTN dari orang tua, saudara, teman dan sahabat kamu.

– Emosi.
Libatkan emosi kamu. Bagaimana rasanya mampu meraih tujuan itu dengan sempurna? Bagaimana rasa senangnya kamu lulus ujian, rasakan jabatan tangan yang memberikan ucapan selamat ulai dari orang tua, saudara, teman dan sahabat kamu. Menyertakan perasaan dan emosi akan memperkuat sistem “cara kerja yang benar” dalam otak anda.

Ketiga,

Lakukan hal tersebut oleh kamu berulang-ulang. Untuk mendapat hasil yang optimal, lakukan visualisasi positif setiap kali kamu mempunyai waktu luang, sekurangnya sehari sekali, misal ketika kamu akan tidur dan tengah rileks.

Selamat Mencoba Kawan ….


Kejahatan gendam dan sering diidentikan dengan hipnosis , akhir-akhir ini merebak dan sering kita temui terutama di kota-kota besar dan pengaruhnya adalah masyarakat kita cenderung menilai negatif mengenai keilmuan Hipnosis. Hal ini karena praktik Gendam (ilmu hitam untuk membuat orang lain tak sadar, sehingga harta bendanya bisa diambil) yang sering disalahartikan dengan hipnosis yang asli. Padahal kenyataan tidaklah demikian. Hipnosis bukanlah sesuatu yang dipakai untuk merugikan subyek.Hipnosis merupakan metode bagi kemauan alam sadar kita untuk mengeluarkan tenaga kuat, yang memungkinkan kita memberikan perintah-perintah kepada orang lain, tanpa mengucapkan sepatah kata dan tanpa menggunakan sikap memerintah. Di bawah ini ada beberapa Tips untuk mencegah kejahatan Gendam diantaranya :

1. Selalu mengingat Allah SWT dalam hati melalui dzikir
2. Berhati-hati terhadap orang-orang yang belum dikenal
3. Jangan terfokus kepada satu pandangan
4. Mengulum dan mengunyah permen
5. Berhitung dalam hati


Pernahkah Anda sebagai orangtua merasa sudah mencurahkan banyak waktu untuk anak tetapi prilaku si anak masih menunjukkan bahwa ia kurang perhatian ?. Ataukah kebalikannya Anda sebagai orangtua karena sibuk dengan urusan bisnis hingga tidak ada waktu untuk mendidik dan mengasuh anak?, dan pada akhirnya buah hati kita jauh dengan kita ? lalu bagaimana solusinya?. Sebelum saya memaparkan solusinya ada sebuah kisah menarik yang sarat dengan permasalahan di atas.

Seorang bapak kembali pulang telat dari tempatnya bekerja, merasa letih. Mendadak sudut matanya melihat anaknya yang berumur 5 tahun berdiri di depan pintu kamarnya. Takut-takut menatap sang ayah. ”Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?, tanya anak, mengerjap-ngerjapkan matanya yang bulat bening. ”Ya, Tentu saja. Apakah yang akan kau tanyakan ? jawab bapaknya.”Ayah berapa uang yang Ayah dapatkan dalam satu jam?” ”Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya seperti itu?” bapaknya berkata dengan anda tinggi. Agak marah dia rupanya.

Aku hanya ingin tahu. Berapakah yang ayah terima?” pinta sang anak. ”Jika kamu benar-benar ingin tahu, ayah terima $ 20 per jam”. ”Oh, begitu, ”angguk sang anak. Sambil mendongak, dia berkata, pelan. ”Ayah, bolehkah aku pinjam $ 10? Sang anak meminta dengan memelas. ”Jika alasan kamu ingin tahu jumlah uang yang ayah terima hanya untuk dapat pinjam dan membeli mainan yang tak berguna atau sesuatu yang tidak masuk akal, maka kamu sekarang masuk kamar dan tidur. Apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari, dan tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari, dan tidak punya waktu untuk mainan anak-anak, ”sentak Sang Ayah.

Sang anak mengkerut. Dia tak berkata sepatah katapun. Hanya menunduk dan perlahan berbalik. Sang anak menurut masuk kamar dan menutup pintu. Tapi diam-diam dia menahan agar air matanya tak mengalir jatuh. Sang ayah duduk dan semakin marah karena pertanyaan anaknya. Beraninya dia menanyakan pertanyaan hanya untuk mendapatkan uang.

Namun setelah lebih dari satu jam, sang ayah sudah tenang dan mulai berpikir bahwa dia agak keras terhadap anaknya. Mungkin anaknya membutuhkan sesuatu yang dia ingin beli dengan uang $ 10 tersebut, dan dia juga jarang meminta uang . Sang ayah pergi ke kamar anaknya dan pintunya dibuka. ”Sudah tidur, anakku?” dia bertanya. ” Tidak ayah, saya masih terjaga,” jawab anaknya, ragu-ragu. ”Ayah berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadap kamu barusan”, kata sang ayah. ”Hari ini hari yang berat dan ayah melampiaskannya kepada kamu. Ini $ 10 yang kamu pinta,” ucap sang Ayah, berusaha tersenyum. Sang anak bangun dan menyalakan lampu.

”Oh, terima kasih ayah !” sang anak berteriak kegirangan. Kemudian, dia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata isinya uang. Sang ayah melihat anaknya sudah mempunyai uang, kembali emosinya naik. Hendak marah. Sang anak menghitung dengan perlahan uangnya, kemudian menatap ayahnya. ”Kenapa kamu meminta lagi uang jika kamu sudah punya?” gerutu ayahnya ”Karena belum cukup, tapi sekarang aku sudah cukup uang”, balas sang anak. ”Ayah, saya punya $ 20 sekarang. Bolehkah aku beli satu jam dari waktumu?”.

Pembaca, cerita di atas memberikan sebuah gambaran bahwa mengasihi anak bukan hanya dengan memberikan uang atau untuk biaya sekolah mereka serta mereka bermain. Ternyata dalam hal ini orangtua pun perlu menjalin hubungan kedekatan fisik dengan Sang Anak. Kemudian bagaimana kiat untuk menumbuhkan emosional dengan seorang anak?. Menurut Ariesandi, Cht., ada beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua untuk menumbuhkan kedekatan emosional dengan anak, yakni sebagai berikut :

1. Tatapan penuh kasih saat berkomunikasi dengan anak

Setiap anda sebagai orangtua ketika berkomunikasi dengan anak, tataplah matanya dengan penuh kasih sayang, setelah itu sertai dengan senyuman manis. Kontak mata ketika berbicara adalah sesuatu yang sangat penting. Tatapan mata antara orangtua dan anak mengisyaratkan sebuah perasaan terdalam tentang cinta tanpa syarat. Anak akan merasakan bahwa dirinya penting di mata orangtuanya.
Beberapa tips untuk melakukan tatapan mata penuh kasih ”
• Sertailah dengan senyuman lembut
• Sambil menatap mata anak katakan berulang-ulang dalam hati, ”Saya menyayangimu, Nak”
Lakukan hal ini semenjank anak masih kecil ketika ia sudah mampu melihat dunia dengan
matanya yang indah.
• Ingatlah untuk menggunakan kontak mata secara konsisten untuk tatapan kasih sayang,
dan hindari untuk tatapan mata untuk marah atau kesal. Setiap yang dilakukan orangtua
akan membawa akibat kepada anak kelak ketika ia dewasa. Jika orangtua menggunakan
kontak mata untuk melakukan kritik, menunjukkan rasa jengkel, maka anak akan menduplikasi,
ia akan belajar untuk melakukan yang sama saat ia bergaul dengan teman-temannya.
Akibatnya Sang anak akan dikucilkan oleh lingkungan temannya dan tidak disenangi.

2. Sentuhan lembut pada tubuh anak

Sentuhan lembut yang diberikan orangtua pada bagian tubuh anak akan memberikan rasa aman dan percaya diri Ini berupa pelukan, tepukan kecil pada bahu, memegang tangannya sambil berbicara, menggandengnya saat berjalan, mengelus kepala, membelai rambutnya sampai pada kontak fisik kasar yang biasanya berupa permaianan ”power Rangers” .Hal tersebut di atas akan mendekatkan Anda dengan anak anda dengan sebuah kasih sayang yang tanpa syarat.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi Anda yang sebagai orang tua yang ingin belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Jadikanlah anak-anak Anda seperti panah yang melesat menuju sasaranya dengan menemukan jati dirinya. Amien..


Seorang bapak yang sukses, memiliki banyak usaha, rumah besar dan yang terakhir, dia baru saja membeli mobil Mercedes Bens, yang benar-benar dia sukai. Kadang dia bisa duduk minum kopi di teras sambil melihat mobilnya, atau duduk di dalam mobil dan menikmati musik dengan sound audio mobilnya yang memang luar biasa.
Bapak tersebut memiliki anak tunggal laki-laki yang baru berusia 6 tahun, aktif dan cerdas. Dia mencintai bapaknya dan ingin memberi pesan kepada bapaknya. Dicobanya menulis pesan di kertas dan menaruh di meja, namun bapaknya tidak terlalu memperhatikannya (kebetulan dia baru saja belajar menulis, dan sangat bangga dengan kemampuannya yang baru saja bisa dipelajarinya di TK).
Si anak muncul ide, untuk menulis pesan di body mobil Mercedes Bens bapaknya, dengan pesan : “Aku sayang papa”. Dia tunggu bapaknya pulang….dia berharap bapaknya segera membaca dan akan memeluknya …mengatakan betapa dia anak kecil sudah pandai menulis….anak hebat….anak luar biasa….Aaah bapak pasti akan mengangkat saya tinggi-tinggi dengan tangannya dan menggendong dipundaknya. Aaahh bapak pasti akan mencium saya lekat-lekat dan saya akan terkekeh-kekeh geli karena kumisnya.
Bapaknya pun pulang dan melihat goresan corat-coret di mobilnya, dia hanya melihat bahwa itu corat-coret dan bukan tulisan. Hatinya geram, emosinya naik, dipanggilnya anaknya dan diminta jari dan tangannya di atas meja dan dipukulnya tangan anaknya. Anaknya ‘shock’, menangis keras-keras sepanjang malam karena itu respons sang bapak yang diluar harapannya. Ibunya hanya bisa memeluk anaknya sampai si anak dan si ibu sama-sama tertidur karena kelelahan.
Esok harinya si anak sakit panas dan tidak sekolah. Bapaknya berpikir, dia panas pasti karena malam kurang tidur, dia tulis surat ijin ke sekolah dan pergi bisnis ke luar kota. Esok harinya si anak masih panas dan mulai memegangi jari tangannya karena sakit Dia sembunyikan tangannya dihadapan orangtuanya, dia masukan jarinya ke sakunya dan meringkuk tidur. Dia masih ’shock’ dan trauma dengan perlakuan bapaknya.
Setelah 5 hari masih panas, ibunya membawa ke dokter dan terkejut ketika jari anaknya ’dikeluarkan’ dari sakunya dan ternyata memerah, pada bekas pukulan bapaknya terjadi infeksi, dan dokter mulai memberikan pengobatan. Hari berlalu dan infeksinya bertambah, lukanya semakin parah, karena terlambat ditangani.
Ayahnya pulang dan meminta maaf kepada anaknya bahwa dia telah memukul jarinya terlalu keras. Si anak tetap terus membisu …. sampai akhirnya dia bersuara; ”Saya bisa memaafkan Papa….Papa bisa mengecat ulang mobilnya …..tapi Papa apa bisa mengembalikan jari saya yang harus diamputasi”.
Ketika kita berhasil menancapkan suatu pesan yang sangat kuat di alam bawah sadar seorang anak, maka informasi itu langsung mempengaruhi perilakunya. Itulah salah satu bentuk hypnosis yang sangat kuat. Oleh karena itu kita perlu keyakinan penuh dalam melakukannya sehingga hasil positif yang kita inginkan pasti tercapai.Hal ini memerlukan pemikiran yang mendalam dan kesadaran diri yang kuat dan terlatih. Jangan bertindak karena reaksi spontan dan menyesal setelah melakukannya.
Jika kita mau berpikir sedikit ke belakang di masa anak kita masih kecil, pada masa itulah semua “bibit” perilaku dan sikap ditanamkan. “Bibit” perilaku dan sikap ini yang kelak akan mewarnai kehidupan remaja dan dewasanya. Siapakah yang menanamkan “bibit” perilaku dan sikap itu untuk pertama kalinya? Ya anda pasti sudah tahu jawabannya, kitalah orangtua yang menanamkan segala macam “bibit” perilaku dan sikap itu.
Bagaimana jika sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan pengasuhnya (baby sitter). Berdoalah semoga pengasuhnya mempunyai pemikiran bijaksana dan bisa mempengaruhi anak secara positif. Berharaplah pengasuh anak (baby sitter) mengerti cara kerja pikiran dan mengerti bagaimana bersikap, berucap dan bertindak dengan baik agar anak anda memperoleh “bibit” sikap dan perilaku yang baik.
Seseorang bisa menjadi baik atau buruk pasti karena sesuatu “sebab”. Perilaku, ucapan sikap, dan pikiran yang baik atau buruk hanyalah suatu rentetan “akibat” dari suatu “sebab” yang telah ditanamkan terlebih dahulu. Mungkinkah terjadi “akibat” tanpa “sebab”? Mungkinkah anak kita berdusta tanpa sebab, mungkinkah anak kita “nakal” tanpa sebab, Mungkinkah anak kita malas belajar tanpa sebab ? Sebagai orangtua kita wajib mencari tahu apa penyebabnya. Tidaklah pantas sebagai orangtua kita langsung bereaksi spontan begitu saja tanpa memikirkan apa yang baru saja kita perbuat. Bukankah ini akan memberi contoh baru bagi anak kita tentang bagaimana bertindak dan bersikap?
Sewaktu kita punya anak, otomatis kita menjadi orangtua, tetapi kita tidak pernah punya pengalaman dan senantiasa belajar untuk menjadi orangtua. Kita mempunyai pengalaman menjadi anak. Jadi kita harus mendidik diri kita dengan belajar dari anak-anak. Bukan belajar dari apa yang dilakukan orangtua pada kita. Ingatlah perasaan sewaktu kita masih menjadi anak-anak. Amati mereka dan tanggapilah dengan penuh perhatian apa yang mereka inginkan. Pengharapan, perlakuan dan pengakuan seperti apa yang kita inginkan dari orangtua yang tidak pernah terpenuhi?

Mari kita renungkan sebuah syair di bawah ini :

Anak-Anak Belajar dari Kehidupan
(Karya : Dorathy Law Notle)

• Jika anak hidup dalam suasana celaan, ia belajar memaki
• Jika anak hidup dalam suasana permusuhan, ia belajar berkelahi
• Jika anak hidup dalam suasana cemoohan, ia belajar rendah diri
• Jika anak hidup dalam suasana hinaan, ia belajar menyesali diri
• Jika anak hidup dalam suasana toleransi, ia belajar menahan diri
• Jika anak hidup dalam suasana dorongan, ia belajar percaya diri
• Jika anak hidup dalam suasana pujian, ia belajar menghargai
• Jika anak hidup dalam suasana banyak dikritik, ia belajar mengutuk dan berkeluh kesah
• Jika anak hidup dalam suasana kecemburuan, ia belajar iri hati
• Jika anak hidup dalam suasana keadilan, ia belajar mengatakan yang sebenarnya
• Jika anak hidup dalam suasana kejujuran, ia belajar bahwa mempunyai sasaran itu baik
• Jika anak hidup dalam suasana kemurahan hati dan pertimbangan dalam kehidupannya,
ia belajar menghormati

Ichsan Solihudin,SS.CH
(Edukator, Motivator, Hypnotheraphy)


Apa agendamu di tahun ajaran baru ini ? Mengisi agenda dengan sederetan harapan dan keinginan , memang sudah menjadi tradisi yang populer begitu memasuki tahun ajaran baru. Kita seakan-akan ingin membuat perubahan pada diri sendiri ke arah yang positif. Tema keinginan yang paling sering ditulis oleh setiap orang adalah kesuksesan baik dalam karier, keluarga, kesehatan, dll. Sedang kita sebagai pelajar tentu yang diinginkan adalah sukses dalam belajar , misalnya sukses lulus UN 2010, sukses lulus SNMPTN 2010 , dan sukses nilai raport sangat memuaskan. Ok. Kalau gitu …. Yuk… kita Simak deh petunjuk-petunjuk afdol di bawah ini yang dijamin bisa membuat harapan dan keinginan yang kamu ciptakan tidak mubazir begitu saja.
1. Buat cita-cita yang bisa diraih, dan yakini diri kalau kamu pasti bisa meraihnya.
Sering kita merasa gagal dalam meraih keinginan atau cita-cita yang sudah dibuat. Hal ini dikarenakan kita sendiri yang terlalu kreatif membuat cita-cita yang tidak realistis dengan keadaan diri kita sendiri. Simpan dulu saja keinginan untuk merubah dunia. Fokus pada cita-cita yang berefek pada diri sendiri dan masih dalam area jangkauanmu. Misalnya kamu bertekad untuk lulus UN 2010 & lulus SNMPTN 2010. Setelah itu, percaya pada diri sendiri kalau kamu bisa meraihnya. Keyakinan diri dan komitmen atau keteguhan hati adalah resep keberhasilan. Pokoknya pede aja deh..!
2. Tulis harapan dan keinginan secara lengkap dan terperinci.
Tekad yang terlalu umum atau tidak jelas bisa buat kamu susah untuk mencapainya. Lebih baik kamu buat cita-cita yang spesifik, macam “Saya lulus UN 2010” atau “Saya siap belajar tiap hari minimal 2 jam”. Tulis tekadmu itu pada secarik kertas dan letakan di suatu tempat supaya dapat terbaca setiap waktu. Misal di cermin kaca, jadi sambil menyisir rambut secara tidak sengaja kamu selalu membacanya dan akan terprogram di alam bawah sadar yang kekuatannyanya 90%. Dengan membacanya setiap waktu berarti kamu akan selalu diingati, yang ujungnya kamu akan selalu termotivasi untuk melaksanakannya setiap hari.
3. Buat jangka waktu dan biasakan untuk selalu disiplin.
Supaya bisa mencapai ke tujuan kamu perlu membuat pembagian waktu yang berisi langkah-langkah yang harus dikerjakan. Pada setiap langkahnya buat batas final kapan harus selesai. Misal cita-citamu tadi adalah “Lulus UN 2010”. Buat tanda pada setiap langkah yang telah dilaksanakan, misal minggu pertama senin s.d sabtu bab pelajaran Matematika yang sudah dimengerti dikasih tanda atau memberi tanda bintang sebagai lambang keberhasilan. Sekali-kali boleh juga memberi diri sendiri hadiah, hitung-hitung sebagai penambah semangat dan membuat diri kita semakin percaya diri. Karena bisa saja, bila itu tidak dilakukan, kamu akan merasa jenuh atau gawatnya lagi balik ke kondisi semula. Nah, supaya nggak mengalami hal seperti itu, kamu harus tetap semangat dan pantang menyerah.
Sekarang mungkin kamu sudah punya tekad yang ingin diraih di tahun ajaran baru 2009-2010 ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut. Kalau kamu membiasakan diri untuk selalu membuat tekad atau cita-cita lengkap dengan langkah-langkah nyatanya, bisa dipastikan hidup kamu juga akan lebih terarah dan rapih, alias tidak berantakan kemana-mana tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita yang kamu buat dirasa terlalu berat atau kamu punya impian yang kayaknya susah diraih, jangan putus asa dulu. Anggap saja impian besarmu itu adalah kemenangan pada pertandingan final, dimana untuk mencapainya kamu harus melalui dulu beberapa pertandingan sebelumnya. Keberhasilanmu mengerjakan langkah demi langkah dalam proses meraih cita-cita ibarat kemenangan yang kamu raih pada setiap babak pertandingan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan : TETAP SEMANGAT & PANTANG MENYERAH. KEGIGIHAN AKAN SELALU BERBUAH MANIS. Percaya deh……..!