Bismillah …

Ba’da Tahmid

Sahabat ….

Alkisah, Khalifah Al Mahdi singgah beristirahat dalam perjalanan haji ke Mekkah . Tiba-tiba seorang pemuda berteriak, “Aku sedang jatuh cinta.”. ”Aku mencintai puteri pamanku dan ingin menikahinya. Tapi ia menolak karena ibuku bukan Arab. Sebab itu aib dalam tradisi kami.”

Al Mahdi pun memanggil pamannya dan berkata padanya, “Kamu lihat pueta-puteri Bani Abbasyiah? Ibu-ibu mereka juga banyak yang bukan Arab. Lantas apa salah mereka? Sekarang nikahkanlah lelaki ini dengan puterimu dan terimalah 20 ribu dirham ini; 10 ribu untuk aib dan 10 ribu untuk mahar.,

Sahabat tepat apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW : “Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan.”

Islam memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan orang-orang yang sedang jatuh cinta.

Tak ada tidur.
Tak ada lelah.
Tak ada takut.
Tak ada jarak.
Tak ada aral.

Yang ada …
Hanyalah hasrat
Hanya tekad
Hanya rindu
Hanya puisi
Hanya keindahan.

Puisi adalah busur ke jantung hati sang kekasih.
Rembulan adalah utusan hati
Dua jiwa yang sudah terpaut cinta akan tampak menyatu
Bagaikan api dengan panasnya,
Bagaikan salju dengan dinginnya,
Bagaikan laut dengan pantainya,
Bagaikan rembulan dengan cahaya.

Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya sepasang jiwa yang dipautkan cinta lantas dipisah tradisi atau apa saja?

Lihat Tragedi Cinta seperti …
Tragedi Zaenudin dan Hayati dalam tenggelamnya kapal Vanderwijck
Tragedi Qais dan Laila dalam Manjunu.

Sahabat…

Tragedi cinta selamnya merupakan tragedi kemanusiaan.

Sebab itu memisahkan pasangan suami istri yang saling mencintai adalah misi terbesar syetan.

Sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mengasihi adalah tradisi kenabian.

Dari Sahabatmu Yang Haus Akan Cinta Ilahi….

Ichsan “Hamasah” Solihudin, S.S., C.Ht., C.I.
085 320 145 475.

(Inspirasi Tulisan “Serial Cinta” Karya Anis Matta)