Alkisah, ada tiga orang mahasiswa memutuskan beristirahat sejenak. Setelah diskusi panjang lebar, mereka sepakat bahwa cara terbaik adalah mendayung sebuah perahu ke tengah danau dan menikmati the di sore hari.

Mereka menyewa sebuah perahu dan mendayung ke tengah danau yang tenang. Selagi duduk menikmati teh, mereka menyadari lupa membawa teko. Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan heran.

“Tidak masalah, aku akan mengambil teko,” kata mahasiswa pertama menawarkan diri. Ia berdiri, keluar dari perahu dan mulai berjalan di atas air danau dan kembali ke tepi danau. Setelah membeli sebuah teko dari desa terdekat, ia berjalan di atas danau dan kembali ke perahu. Ketiga mahasiswa telah siap menikmati teh sore.

Ketika merebus air, mereka mendapati mereka lupa membeli daun teh. Mereka tertawa sembari melihat satu sama lain seolah-olah bertanya siapa yang akan mengambil daun teh.

“Serahkan tugas itu kepadaku,” kata mahasiswa kedua menawarkan diri seraya berdiri. Ia keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Setelah membeli beberapa daun teh, ia kembali ke perahu dengan berjalan di atas air.

Segera ketiga mahasiswa itu mencium bau manis teh dan dan meminumnya. Kemudian mereka menyadari bahwa di sana tidak ada sandwith. Menikmati teh sore hari akan menyenangkan jika ada beberapa makanan kecil.

“Baiklah. Karena kalian berdua telah mengambil teko dan daun teh, tidak ada pilihan lain, sekarang giliran saya mengambil sandwith “ kata mahasiswa yang ketiga, menawarkan diri dengan enggan mahasiswa pertama dan kedua mengarahkan pandangan ke dia.

Ia berdiri seperti kedua temannya dan keluar dari perahu dan langsung, byur! Ia tenggelam dan berusaha mengapungkan tubuhnya. Melihatnya sedang tenggelam, kedua mahasiswa itu melompat keluar perahu untuk menyelamatkannya dan berhasil menaikkan ke perahu.

Ketiga mahasiswa itu mengeringkan dirinya dengan handuk, ia bertanya dengan malu-malu, “Bagaimana kalian bisa berjalan di atas air?”

Kedua mahasiswa ini saling bertatapan satu sama lain, dan kemudian menjawab, “Kami tahu di mana batu-batu itu berada.”

Jika Kamu tahu di mana batu-batu itu dalam hidup Kamu, Kamu juga dapat menjadi pelajar atau mahasiswa sukses yang berjalan di atas air kehidupan Kamu tanpa tenggelam. Salah satu untuk mengetahui “batu-batu” tu adalah dengan NLP.

Apakah Tuch…. NLP?

NLP adalah singkatan dari Neuro Linguistics Programming.

Neuro mengacu kepada sistem berpikir dan syaraf. Peristiwa-peristiwa dari pengalaman Kamu diproses melalui kelima panca indera —penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan pengecap. Tingkah laku Kamu didasarkan pada proses syaraf penglihatan, pendengaran, perasa, pencium, dan pengecap. Kamu mengalami segala sesuatu melalui kelima indera dan kemudian bertindak dari situ. Sistem syaraf Kamu mencakup yang terlihat maupun yang tidak terlihat (pikiran).

Linguistic mengacu pada kata-kata, cara Kamu menggunakan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi Kamu dan orang lain. Ini adalah sistem komunikasi dan bahasa non-verbal yang melaluinya pemahaman Kamu dikeneali dan diberi arti.

Programming mengacu pada cara Kamu mengorganisasikan gagasan dan tindakan untuk mencapai hasil tertentu, seperti menjadi pelajar atau mahasiswa sukses. Otak dapat diprogram untuk mencapai hasil yang Kamu inginkan.

Dengan kata lain, NLP mengajar Kamu untuk mengggunakan bahasa pikiran untuk secara terus-menerus mencapai sasaran Kamu menjadi pelajar atau mahasiswa sukses. Cara Kamu berpikir mempengaruhi bahasa yang Kamu gunakan dan pada akhirnya mempengaruhi prilaku Kamu. Dengan penerapan NLP, jalan untuk menjadi seorang mahasiswa sukses akan lebih cepat.

Nah… Bagimana kelanjutannya cara menggunakan NLP nantikan di karya buku ke 2…

Ichsan “Hamasah” Solihudin, S.S., C.Ht., C.I.
Trainer & Hypnotheraphist

Direktur Alif Cahaya Persada, dengan anak perusahaan
– Alif Rental & Warnet
– Smart Education School Hypnohesym
– Asyifa Clinical Center

Konselor Pusat Bimbingan Belajar Villa Merah