Rabu, 18 November 2009, saya bersama teman sekantor mengadakan acara kebersamaan yakni nonton bareng film 2012. Dilandasi rasa penasaran plus membangun rasa kebersamaan, saya menikmati film tersebut dari awal hingga akhir.

Ada beberapa hikmah dari film 2012 . Film ini diawali dengan adegan yang berlokasi di India. Seorang ilmuwan setempat, Dr Satnam Tsurutani (Jimi Mistry), menemukan fakta bahwa inti dari kulit bumi mengalami kenaikan suhu karena efek yang diakibatkan oleh sebuah ledakan besar di permukaan matahari.

Menurut perhitungan para ahli, dampak ledakan itu membuat gerakan pada inti bumi. Akibatnya, lempeng bumi yang selama ini menopang daratan di bumi bakal patah dan akan mengakibatkan gempa bumi yang sangat dahsyat.

Atas dasar perhitungan itulah, Dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), sahabat Dr Satnam, membuat laporan ke Gedung Putih bahwa kiamat akan tiba. Adrian bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser (Oliver Platt). Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespon.

Temuan tersebut kemudian dibawa ke pertemuan negara-negara G8 di tahun 2010. Dalam kesempatan itu, Presiden Amerika Serikat Thomas Wilson (Danny Glover) menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.

Sejak itu dimulailah sebuah rencana besar. Semua negara sepakat memilih China sebagai tempat untuk membuat sejumlah bahtera besar, barangkali mirip bahtera Nabi Nuh, yang tak lain akan digunakan saat bencana besar tiba.

Sementara itu, diceritakan kisah lain tentang kehidupan seorang penulis buku berjudul Farewell Atlantis, Jackson Curtis (John Cusack). Ia datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet), untuk menjemput anak mereka, Noah (Liam James) dan Lily (Morgan Lily), berkemah.

Dengan limusin, mereka tiba di lokasi perkemahan Yellowstone. Namun, setibanya di sana ada tanda larangan masuk menuju danau Yellowstone. Curtis dan kedua anaknya nekat menerobos larangan itu. Di sana mereka kaget karena danau tersebut lenyap karena pemanasan bumi.

Saat berkemah, Curtis bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Charlie memberitahu bahwa bumi akan segera dilanda bencana dahsyat. Lewat Charlie juga Curtis tahu bahwa Charlie punya peta lokasi pesawat yang bisa menyelamatkan manusia dari bencana itu.

Curtis mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat saat dia menyaksikan jalan di bandara terbelah karena gempa. Curtis lalu berinisiatif menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya dengan bayaran jam tangan mahal miliknya.

Dari sini ketegangan pun dimulai. Kiamat yang diramalkan banyak pihak terjadi, dimulai dari gempa bumi di mana-mana. Curtis pun ngebut ke rumah istrinya untuk menjemput Kate dan anak-anaknya.
Setelah berhasil menyelamatkan keluarganya plus pacar Kate, Gordon Silberman (Tom McCarthy), Curtis segera memacu limusinnya ke bandara. Penonton diajak menahan napas melihat mobil mewah itu meliuk-liuk menghindari gedung-gedung yang runtuh serta jalanan yang menganga karena gempa dahsyat.

Di Gedung Putih, Dr Adrian mendapat kabar bahwa kenaikan suhu inti bumi terus naik dengan cepat. Hal ini membuat Adrian terkejut lantaran perkiraannya meleset. Kiamat datang lebih cepat. Pemerintah pun segera melakukan penyelamatan. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi ke China. Ia memilih tinggal bersama rakyatnya.

Akhirnya sebuah tsunami setinggi ribuan meter menghantam Gedung Putih dan seisinya. Bahkan saking dahsyatnya, kapal induk John F Kennedy CV-63 pun terpental hingga menghantam Gedung Putih.

Nah… bagaimana kisah selanjutnya…
Silahkan Sahabat untuk menontonya ya…

Namun Lewat film 2012 ini setidaknya penonton bisa melihat gambaran bagaimana dunia (sedikit) hancur karena kekuatan alam yang amat dahsyat. Mungkin penyebutan kiamat untuk film ini tidak tepat, lantaran masih ada manusia yang selamat.Mungkin lebih tepat bencana besar, seperti yang terjadi di zaman Nabi Nuh, di mana banjir besar melanda bumi, dan Nuh bisa selamat setelah naik sebuah bahtera berisi semua jenis binatang dan tumbuhan agar bisa melanjutkan hidup pascabencana.

Lewat film tersebut ada sebuah pelajaran tentang KEMATIAN. Terlepas dari benar tidaknya ramalan suku Maya, namun yang jelas kiamat yang pasti menimpa kita adalah kiamat kecil, yakni KEMATIAN.
Rasulullah SAW bersabda. “Siapakah yang paling cerdas? Mereka, yaitu manusia yang paling sering mengingat mati dan berbekal untuk kematian tersebut.. Mengapa mereka disebut Cerdas?

Biasanya manusia cerdas adalah manusia yang sukses. Dalam hadis lainnya Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang sukses atau beruntung, yaitu orang yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik daripada hari ini. Artinya, jika ada orang yang peka terhadap kematian mereka akan menjadi orang yang cerdas dan beruntung. Hal ini bisa dilihat dari prilakunya, yaitu mereka yang selalu meningkatkan kemampuan dirinya baik dalam keimanan, keilmuan maupun dalam amal.

Manusia yang peka terhadap kematian (Sense of Death) adalah manusia produktif, manusia yang efektif dalam mengelola waktu, manusia yang penuh motivasi, manusia yang haus ilmu pengetahuan, dan menusia yang berjuang karena dia yakin bahwa apa yang dilakukan hari ini akan diperhitungkan nanti setelah kematian. Setiap gerak langkah, sikap, dan ucapannya selalu diperhitungkan, apakah ini yang terbaik atau amal yang buruk? Karena dia yakin kematian akan datang kapan saja, dimana saja, dan dengan cara apa saja sebagai rahasia Allah SWT.

Dari Sahabat Anda…
Ichsan Hamasah, S.S., C.H., C.Ht.
Trainer-Motivator- Mind Threaphist
Manager Marketing & Konselor Pusat Bimbingan Belajar Villa Merah
Direktur Alif Cahaya Persada
HP: 085 320 145 475